Pulau Kelagian

Liburan di pulau Kelagian Lampung

Pulau Kelagian, menghabiskan waktu liburan di Pulau Kelagian lampung. Banyak orang bilang, mumpung masih muda perbanyaklah jalan-jalan. Tapi nampaknya kutipan itu kurang mempan untuk saya. Mungkin memang jiwa saya ini bukan jiwa petualang. Hahaha

Saya lebih memilih liburan ala backpacker karena lebih bersahabat dengan kantong mahasiswa. Di bulan september 2015 lalu saya bergabung dengan beberapa orang lainnya mengunjungi kawasan wisata  tepatnya di Lampung yaitu pulau kelagian dan kawan-kawannya. Teman-teman baru saya ini berasal dari beberapa daerah yang tergabung dalam satu forum yang cukup dikenal yaitu backpacker indonesia. Kebetulan dua dari mereka rumahnya deket dengan rumah saya. Dengan jumlah orang sekitar 20-an, budget yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit (sharecost), beruntunglah saya walaupun tidak mengenal mereka sebelumnya namun seiring berjalannya waktu akhirnya mulai mengenal satu sama lain bahkan sama guidenya  yang merupakan orang lokal.

Sengaja memilih laut karena memang suka berenang, pilihan kali ini tidaklah salah perjalanan yang lumayan memakan waktu dibayar dengan keindahan alam di pulau kelagian. Pasir putih yang membentang membuat mata saya dan pikiran saya yang pada waktu itu cukup overwhelmed menjadi tenang.

 

PULAU KELAGIAN

Gapura pulau kelagian
Hari pertama menuju tanjung putus

Dipulau inilah kami bermalam menyewa sebuah penginapan sederhana yang muat sekitar 20-an orang. Tidurnya jadi seperti ikan asin. Namun saya sendiri memilih tidur diluar karena lebih adem tapi agak sedikit horror karena ditemani anjing penjaga pulau. Jika teman-teman mau mendirikan tenda juga bisa di pinggir pantai, tapi resikonya kalo kesapu ombak tanggung sendiri. Pulau kelagian ada dua, yaitu pulau kelagian kecil dan kelagian besar. Kebetulan yang kami tempati untuk bermalam adalah kelagian besar dan disini juga ada warungnya yang tidak lain adalah warung milik si guide nya.

Ada beberapa pulau yang kami kunjungi untuk melakukan snorkeling tapi yang saya ingat cuma tanjung putus dan tempat rehabilitasi terumbu karang.

TANJUNG PUTUS

Pulau transit sebelum ke tanjung putus (inframe : kak Tia)

Tanjung putus berjarak sekitar 1 jam dari pulau kelagian besar, sebelum ketanjung putus juga lah kami khususnya yang laki-laki melakukan ibadah shalat jumat disebuah pulau (lupa namanya). karena kebetulan waktu itu kami dating dari hari jumat pagi. Dipulau ini ternyata ada home stay juga dan saya sempat bertanya sama guide kami home stay di pulau ini berkisar 600-800rb dan ada tempat untuk penyewaan alat scuba diving juga. saya juga sempet nyemplung di pulau ini karena sudah tidak sabar waktu itu melihat airnya jernih banget dan banyak ikan. Agak norak yah, haha.

Snorkeling Tanjung Putus

Di Tanjung Putus Terdapat  terumbu karang yang masih terawat oleh alam, cukup indah dipandang mata. Cukup lama kami berada di spot pertama ini sampe kelaperan dan makan diatas kapal. Kapan lagi makan siang bersama di kapal, ditemani tiupan angin mengigil kedinginan serta di sengat sinar matahari secara langsung (ngga pake sun block). Sangat berkesan dan lapar saat itu.

PULAU PAHAWANG
pahawang wisataku
Spot favorit wisatawan

Selama kurang lebih 5 jam berada di laut pada hari pertama  dan mengunjungi beberapa spot snorkeling lainnya. Tidak terasa kulit mulus ini telah berubah warna. Dan merupakan bukti bahwa saya sangat menikmati keindahan laut di wilayah lampung ini. Terdapat spot snorkeling mainstream disana. Yaitu tempat yang memiliki tulisan Pahawang wisataku. Lokasi ini digunakan untuk mengambil gambar bawah laut oleh hampir seluruh wisatawan karena merupakan salah satu wilayah rehabilitasi terumbu karang juga.

Saya pribadi berhasil mengambil gambar anemon dan clown fish yang lebih dikenal Nemo dikedalaman sekitar 2-3 meter. Terima kasih mba Tia buat kameranya. 😀

terumbu karang
Anemon dan clownfish

Karena kurang pengalaman dalam selam-menyelam, jadi agaknya kurang diexplore keindahan bawah laut di perjalanan kali ini.

Tips dari saya jika mau kesana, usahakan datang pada hari biasa karena pulau masih sepi dari pengunjung. Dihari sabtu pengunjung mulai banyak jadi kurang seru karena saya dan teman-teman melihat banyak perahu di satu spot dan itu kurang asik dilihatnya.

Sekian, terima kasih.